Thursday, January 11, 2007

Seandainya…

Seandainya saja langit malam selalu bertabur bintang
Padanyalah akan kuceritakan semua impianku…
Seandainya saja birunya langit takkan pernah terganti
Padanyalah akan kuceritakan perasaanku…
Seandainya saja rasa cinta itu tak ada
Mungkin semuanya bukanlah apa-apa…
Seandainya saja harapan itu selalu ada
Mungkin rasa itu takkan pernah sirna…
Seandainya saja dia bukanlah yang berbeda
Akankah semuanya menjadi nyata…?
Seandainya saja…..

Pilih yang Tepat saat “Tamu” Datang


Published : Diamma/10/Juni/2006


Hampir setiap bulannya wanita kedatangan ‘tamu tak diundang. Bagaimanakah cara yang tepat untuk menghadapi hal yang terkadang membuat resah?

Adalah suatu hal biasa bila wanita mengalami kedatangan ‘tamu’ di tiap bulannya. Dan ini merupakan tanda bahwa Ia adalah seorang wanita dewasa. Banyak anak perempuan akan merasa bahagia meskipun sakit dirasa ketika ‘tamu’ mulai datang, namun rasa bangga bahwa sekarang dirinya sudah menjai wanita dewasa mengalahkan rasa sakit tersebut.
Ketika bulan berganti bulan, hari berganti hari, perubahan sikap kedatangan ‘si tamu’ bisa saja berubah dan hal ini menimbulkan keresahan tersendiri. ‘Tamu’ yang datang di luar jadwal bisa jadi yang menimbulkan rasa resah dan gelisah tersebut, selain karena ketidaksiapan si wanita juga rsasakit yang terkadang tak terhankan.
Namun perasaan itu bisa saja berkurang disaat para wanita telah menggunakan alat yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Sebut saja pembalut yang akan sangat membantu para wanita menghadapi para’tamu’ tak diundang tersebut.
Tentunya kita sudah tidak asing algi dengan kata tersebut (pembalut-red). Sebuah benda yang mempunyai serap tinggi di saat haid datang. Tapi tahukah kita bahwa tidak hanya pembalut yang sering digunakan, melainkan ada suatu benda yang daya serapnya lebih tinggi dibanding pembalut, yakni tampon.
Sebenarnya fungsi tampon sama dengan fungsi pemablut hanya saja bentuknya yang berbeda. Tampon lazimnya berbentuk silinder dan tersedia dengan berbagai ukuran. Cara penggunaannya memang dapat dikatakan jauh berbeda dengan pembalut yakni dengan memasukkannya ke liang vegina dengan bantuan jari tangan.
Tampon biasa digunakan dalam kondisi-kondisi tertentu, pemakaian tampon yang terlalu sering beresiko menimbulkan penyakit, hal ini biasanya disebabkan karena keadaan jari tangan yang kurang bersih dan steril disaat memasukkan tampon.
Di penghujung tahun 70-an, di Amerika banyak wanita mengeluh sakit kepala berkepanjangan, dada mereka sering berdebar-debar dan kulit memerah. Hal ini mereka sebut dengan Toxic Shock Syndrome (TTS), penyakit ini umumnya terjadi pada wanita yang masih mengalami menstruasi. Dan dua tahun setelah itu baru diketahui bahwa hal tersebut disebabkan oleh pemablut wanita berdaya serap tinggi yaitu tampon.
Penyakit ini timbul karena aktifitas toksin yang diproduksi oleh bakteri taphylococcus, dan penggunaan tampon yang dimasukkan dalam vagina dapat menimbulkan luka kecil yang berakibat borok dan membawa masuk bakteri dalam tubuh. Selain itu tampon dengan ukuran extra large (XL) memungkinkan bakteri cepat berkembang biak.

Tampon=Hilang Keperawanan

Banyak orang mempertanyakan apakah keperawanan akan hilang, bila kita menggunakan tampon? Pertanyaan ini kerap dipertanyakan oleh para gadis muda yang belum pernah berhubungan badan.
Penggunaan tampon tidak dapat disamakan dengan melakukan aktivitas seksual. Selaput dara merupakan ‘mahkota’ paling berharga pada setiap wanita, dan ini dimiliki oleh setiap wanita yang mbelum pernah berhubungan seksual. Selaput dara yang berupa jaringan tipis seperti kulit yang terbentang antara mulut lubang vagina mempunyai bentuk dan elastisitas yang bervariasi.
Untuk itu berhati-hatilah saat menggunakan tampon karena penggunaan yang ceroboh dapat merusak selaput dara walaupun hal ini jarang terjadi. Namun yang perlu diingat tetaplah berpegang teguh bahwa Anda masih perawan selama belum pernah melakukan hubungan seksual.
Dan beruntunglah tak ada pembalut jenis tampon yang dijual disini, karena kultur dan budaya kita yang masih mengagungkan selaput dara sebagai tanada keperawanan.

Pilih yang tepat sesuai dengan standar kesehatan
Dan untuk tetap menjaga kesehatan saat haid datang cermati hal-hal berikut sebelum menggunakan pembalut :
1. Berdaya serap tinggi. Pembalut yang mempunyai daya serap tinggi akan membantu haid keluar lebih banyak. Ini juga mampu mencegah pembalut menjadi bocor dan menodai pakaian.
2. Nayaman dipakai. Pilih pembalut yang nyaman sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Tidak berbau. Pilihlah pembalut wanita yang tidak mempunyai aroma tertentu atau wangi-wngian tertentu karena hal ini justru mengandung bahan kimia tertentu. Khususnya bagi yang mempunyai kulit sensitive, hal ini akan menimbulkan vagina terasa gatal dan iritas.
4. Pilih pembalut yang berkualitas. Pembalut yang terbuat dari bahan yang berkualitas akan terasa lebih lembut di kulit, dan mengurangi faktor iritasi pada daerah kulit vagina.

Biar tetap bersih dan sehat

Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim, ada baiknay kita perhatikan beberapa hal ini di bawah ini:
1. Jangan biarkan vagina dalam kondisi tidak bersih. Basuh dengan air bersih dari arah depan ke belakang setiap kali usai buang air kecil atau buang air besar.
2. Ganti celana dalam minimal dua kali sehari. Ganti segera bila celana dalam mulai terasa lembab dan basah.
3. Pilihlah celana dalam dengan bahan katun yang mudah menyerap keringat, dan hindari celana yang terlalu ketat karena akan menekan otot vagina dan membuat lembab.
4. Hindari menggunakan air yang berada di bak atau ember pada toilet umum. Hal ini disebabkan karena air pada toilet umum mengandung 70% jamur candida yang menyebabkan gatal.
5. Basuh vagina dengan air bersih dan sabun mandi dengan pH seimbang saat mengganti pembalut.
6. Hindari penggunaan cairan khusus pembersih ayng terlalu sering saat membasuh vagina karena ini akan menggangu kesimbangan flora (bakteri yang baik) dalam vagina.
7. Air rebusan daun sirih yang mengandung antiseptik sangat baik dipakai untuk membasuh dan menajga kebersihan bagian luar vagina.

(dari berbagai sumber)
-Windri-

AIDS, Masih Pedulikah Kita?


Published : Diamma/08/Desember/2004


Disaat AIDS mulai merambah luas secara cepat, haruskah pepatah “Mati Satu Tumbuh Seribu” diibaratkan dengan banyaknya penderita AIDS yang terjangkiti?

Hampir setiap tahunnya tanggal 1 Desember kita peringati sebagai hari AIDS sedunia. Hampir setiap tahunnya juga kita mendapat informasi tentang bertambahnya jumlah penderita tersebut.
Acquires Immune Deficiency Syndrome (AIDS), masih ingatkah kita akan keberadaan empat huruf tersebut? AIDS merupakan suatu kumpulan gejala yang ditimbulkan oleh virus. Virus tersebut menyerang atau merusak kekebalan tubuh manusia.
Human Immune deficiency Virus (HIV) itulah nama virus tersebut. Seseorang yang telah terinfeksi virus HIV lambat laun pasti akan terkena AIDS. Jangka waktu peralihan dari HIV menjadi AIDS memang cukup lama, sekitar lima atau mungkin sepuluh tahun.
Mereka yang ingin mengetahui keberadaan virus tersebut dalam dirinya masing-masing dapat mengikuti tes darah Elisa-1, Elisa-2 hingga akhirnya tes Western Blot. Ketiga tes tersebut dapat dikatakan cukup penting dilakukan dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. Sebab tidak menutup kemungkinan para penderita tidak mengetahui keberadaan virus dalam tubunnya dengan satu kali tes darah saja.
Tak jarang orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi HIV. Itu disebabkan karena pada saat melakukan tes, virus belum terdeteksi secara jelas, namun setelah jangka waktu berselang, virus tersebut baru dapat dinyatakan bahwa ia positif HIV. Jumlah penderita terus bertambah tiap tahunnya. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tercatat lebih dari lima hingga sepuluh juta manusia di dunia ini telah terinfeksi virus tersebut, dan kurang lebih 150.000 jiwa telah meninggal karenanya.
Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk yang cukup banyak, termasuk dalam kategori negara dengan jumlah penderita HIV/AIDS yang tinggi. Berdsarkan data dari Departemen Kesehatan RI hingga 31 Juni 2004, tercatat 4389 kasus HIV/AIDS di indonesia, dengan Jakarta sebagai kota tertinggi atas jumlah penderitanya setelah Papua.
Banyak cra yang mungkin terjadi pada penularan virus HIV ini, walaupun pad dasarnya HIVtidak menular bagitu saja seperti halnya virus influenza atau virus lainnya. Virus HIV berada dalam darah, sperma, dan cairan vagina.
Faktor yang menyebabkan indonesia termasuk dalam kategori negara dengan jumlah penderita HIV/AIDS yang tinggi adalah adanya jumlah penduduk yang banyak, yang didukung oleh hubungan sex bebas (free sex) dengan berganti-ganti pasangan, ditambah lagi oleh hubungan sex sejenis (homo dan lesbian-red), para pekerja sex komersil (PSK) oleh wanita tuna susila (WTS) dan waria, juga penggunaan jarum suntik saat menggunakan narkoba secara bergantian.
Darah atau cairan sperma dan vagina orang yang terinfeksi virus HIV dapat masuk ke tubuh orang lain melalui aktivitas sex ataupun penggunaan jarum suntik secara bergantian. Bahkan transfusi darah yang sudah tercemar dengan virus HIVpun merupakan salah satu cara virus ini bermigrasi. Ditambah lagi penularan virus HIV dari ibu hamil ke janin yang dikandung.
“Hampir sebagian besar penderita HIV/AIDS merupakan usia produktif, mulai dari usia belasan hingga dua puluh tahunan,” ujar Chandra seoerang mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang ditemui di Yayasan Kusuma Buana (YKB), Tebet. Pada dasarnya setiap orang dapat saja terkena HIV?AIDS, namun hal tersebut kembali lagi pada diri pribadi masing-masing individu dalam melakukan self-control. Orang-orang yang bekerja di bidang kesehatan merupakan salah satu contoh kelompok yang riskan akan penularan penyakit ini.
Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk menolong dan membantu mereka yang sudah terinfeksi? Dan bagaimana caranya? Banyak cara yang dapat dilakukan. Mulai dari hal kecil saja, yaitu dengan tidak menjauhkan atau mengucilkan mereka. Dengan mengetahui bahwa seseorang positif HIV/AIDS, sebenarnya itu sudah merupakan sebuah beban yang sangat berat bagi mereka yang sudah positif terjangkit. Oleh karena itu jangan tambahkan lagi beban yang harus mereka pikul. Yang mereka perlukan hanyalah dukungan moral agar mereka dapt menjalani liku-liku kehidupan dengan tabah dan sabar.
HIV/AIDS tidak menular melalui sebuah pembicaraan yang terjalin, bahkan dengan bersenggolan, bersentuhan ataupun berjabat tangan dan berciuman dengan mereka sekalipun, kecuali terdapat bagain tubuh mereka yang terluka. Namun Hiv/AIDS tidak menular melalui gigitan seekor nyamuk. Karena, terkadang hal-hal tersebut membuat kita enggan melakukan kontak sosial dengan mereka yang secara tidak langsung kita telah menyisihkan mereka.

Keberadaan Buah Merah Sakti sebagai Tiitik Cerah
Buah merah sakati pertama kali ditemukan oleh I Made Budi di Irian Jaya, seoerang dokter dari Bali. Hal ini mungkin dapat dikatakan sebagai suatu titik cerah bagi penderita AIDS. Karena ada beberapa orang yang sudah kehilangan berat badannya akibat AIDS, berat badannya dapat kembali normal setelah rutin memakan buah merah tersebut.
Hingga saat ini WHO masih terus meneliti mengenai kebenarnan khasiat buah ini yang dapat menjadi titik cerah bagi kesembuhan penderit AIDS.

Kondom, Pentingkah?
Saat ini kita mungkin tidak mengetahui seberapa pentingnya alat kontrasepsi atau mungkin akrab kita dengar dengan sebutan kondom. Kondom saat ini percaya dpat menurangi penularan HIV/AIDS. “Saat ini kondom yang berada di pasaran sudah di uji coba, sehingga dipastikan kondom tersebut tidak berpori,” ujar Chandra. Di Indonesia sendiri Yayasan AIDS Indonesia (YAI) sudah bekerja sama dengan produsen alat kontrasepsi nasional (Sutra), dan dapat dikatakan Sutra sudah lulus uji coba.
Pentingnya penggunaan kondom sudah diterapkan dibeberapa negara melalui pendidikan sex dari sejak dini. Sebut saja Australia, negeri kangguru ini telah memberikan penerapan pendidikan sex sejak dini. Mereka yang hendak melakukan hubungan sex di luar nikah sudah mempersiapkan diri dengan membawa kondom.
Begitu pula halnya dengan para pekerja sex komersial (PSK-red), sebelum mereka ‘melayani’ para tamunya mereka terlebih dahulu memeriksa kealmin dari si tamu, apakah ‘bersih’ atau tidak. Dan mereka hanya akan ‘melayani’ para tamunya hanya jika menggunakan kondom.
Dapat terlihat jelas bahwa pemahaman mereka mengenai pentingnya kondom sebagai alat pencegah penularan HIV/AIDS sudah cukup tinggi. Namun dengan menggunakan kondom bukan berarti dianjurkan untuk melakukan hubungan sex-pra-nikah dan berganti-ganti pasangan.

Menjadi seorang aktivis AIDS
Mungkin sering timbuk pertanyaan-pertanyaan bagaiman menjadi seorang aktivis AIDS, dimana harus mendaftar, atau apa saja syaratnya? Sebenarnya banyak sekali yayasan-yayasan yang bergerak di bidang AIDS. Di Jakarta terdapat Yayasan Kusuma Bangsa (YKB). “Aku tahu kegiatan kayak ini juga dari adik kelas aku di kampus. Dia yang udah terjun duluan. Pertamanya aku juga coba-coba aja tapi ternyata bermanfaat juga.” Terang Indah, mahasiswa lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. “Sebenarnya hal kayak gini bisa dimulai dengan membuat komunitas sendiri di dalam kampus sama orang-orang yang tertarik untuk di bidang ini,” lanjutnya.
Kegiatan yang akan dilakukan bila menjadi seorang aktivis AIDS sangatlah beragam, mulai dari memberi penyuluhan ke tempat-tempat huburan, mengadakan seminar, atau juga sebagai sarana konseling bagi para penderita AIDS. Namun tidak hanya itu saja, karena masih banyak lagi yang dapat dilakukan. “Kalau untuk YKB sendiri, bagi siapa saja yang mau bergabung dipersilahkan, syaratnya hanya dengan mengajukan proposal saja. Mau bergabung atau magang untuk jangka waktu berapa lam,” jelas Chandra menambahkan.
Memang selama ini baru kegiatan semacam itu saja yang dapat dilakukan, walaupn dengan adanya kegiatan tersebut tidaklah menjamin jumlah penderita HIV/AIDS akan menurun, tapi yang diharapkan dari kegiatan-kegiatan semacam itu sebenarnya adalah agar mereka peduli dan menyadari betapa berbahayanya penyakit ini. Sedangn untuk menurunkan jumlah penderita , itu tergantung dari pribadi masing-masing individu.
Untuk memperingati hari AIDS Desember ini, YKB telah membentuk Forum Komunikasi Industri Hiburan Peduli AIDS (FORKIPHA), khususnya industri hiburan yang berada di kawasan daerah Jakarta Barat dimana hampir merupakan riset utama untuk YKB sendiri. Kegiatan ini didukung oleh pemerintah setempat dan beberapa yayasan AIDS lainnya serta disponsori oleh perusahaan yang memproduksi alat kontrasepsi.
-Windri-

Eksistensi, Kepentingan, dan Ideologi Membuat Gerakan Mahasiswa Terpecah Belah


Published : Diamma/07/April/2004


Tragedi Semanggi dalam sejarah Indonesia dianggap sebagai puncak dari segala aksi mehasiswa dalam usaha membangun indonesia baru. Namun, bagaimana keadaan mereka saat ini? Masih adakah nafas kebersamaan untuk Indonesia di esok hari?

Gerakan mahasiswa, mereka memang masih hidup, tapi hidup hanya untuk kepentingan masing-masing, tidak satu seperti dulu. Bila kita ingat Tragedi Trisakti hingga Semanggi I dan dan II, kesatuan, kekompakan seakan menjadi sebuah kekuatan yang besar hingga dapat meruntuhkan dinding kekuasaan Orde Baru. Namun yang ada sekarang hanyalah elemen-elemen mahasiswa yang “hidup” dengan kepentingannya sendiri. “Mungkin ini disebabkan karena perbedaan dari arti reformasi bagi masing-masing elemen,” ujar Pebi, yang pernah tergabung tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI (2001-2002).
Bisa saja dikatakan seperti itu, reformasi yang diserukan oleh ribuan mahasiswa pada tahun 1998, hanya terfokus pada satu tujuan, yaitu menurunkan Soeharo dari bangku kepresidenan. Setelah itu mereka seolah samar dalam melihat ataupun membedakan musuh yang sebenarnya harus mereka hadapi.
“Eksistensi, kepentingan, dan ideologi dari masing-masing elemenlah, yang membuat gerakan mahasiswa itu terpecah belah,” ungkap Doni, aktivis dari Universitas Atmajaya yang turut serta dalam tragedi 1998.
Perbedaan itu muncul saat gerakan mahasiswa mempunyai pandangan yang berbeda mengenai reformasi itu sendiri. Menurut Bambang Setiawan (Kompas, 4 Februari 2001), perbedaan dimulai saat kepemimpinan Gus Dur, hal itu terlihat munculnya dua tema yang berkembang saat itu (29 Januari 2001). Pertama, BEM dari berbagai kampus menganggap pemerintah telah gagal memenuhi tuntutan reformasi sehingga presiden harus mundur dari kursi jabatannya. Kedua, ada yang beranggapan aksi dilakukan untuk melakukan pembersihan Orde Baru -dimana Golkar dan pendukungnya termasuk didalamya- ini dinilai lebih toleransi terhadap penguasa yang ada saat itu.
Perbedaan persepsi inilah yang seolah memunculkan dua kubu dalam gerakan “kiri” dan gerakan “kanan”. Gerakan mahasiswa “kanan” yang berbasis islam nasionalis menjadi suatu kekuatan yang anti Gus Dur, sedang gerakan “kiri” dan populis justru membela Gus Dur. Kekecewaan besar dialami beberapa partai besar terhadap pemerintahan Gus Dur, seakan merupakan dukungan terbesar bagi gerakan mahasiswa yang anti Gus Dur.
Tidak hanya saat pemerintahan Gus Dur saja, pada masa pemerintahan Megawati perbedaan pun turut mewarnai gerakan mahasiswa. Keputusan pemerintah untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik, telepon, dan BBM saat itu, hingga pemerintah merevisi kebijakan tersebut membawa gerakan mahasiswa berada dalam sebuah persimpangan. Ada yang beranggapan bahawa aksi harus diakhiri, karena bila diteruskan itu akan memperburuk citra dari gerakan mahasiswa itu sendiri, dan terjebak dalam kepentingan politik yang sempit.
Namun, dipihak lain memilih meneruskan aksi dimana mereka mulai tergoda akan tujuan politik radikal, dan ingin mempunyai prestasi politik yang sama dengan pendahulu mereka dalam menurunkan presiden dan mengganti pemerintahan yang ada. Mereka menganggap pemerintah tidak peka dengan kondisi rakyat yang ada saat itu , ditambah lagi dengan kebijakan menaikan Tarif Dasar Listrik, telepon, dan BBM.
Lain lagi pendapat Haries, Ketua Umum Front Indonesia Semesta (FIS), “Gerakan “kiri” dan “kanan” itu disebabkan gerakan mahasiswa’98 yang gagal revolusi. Gerakan “kiri” dan “kanan” bisa bersatu jika ada isu bersama,” tambah Haries. Namun ketika ditanya dimanakah posisi FIS sekarang, Haries menuturkan posisi FIS netral.
Akankah mereka bersatu kembali di mas yang akan datang? Itu tergantung dari keadaan situasi nasional, proses pengangkatan isu, analisa, dan agenda kerja. Bila itu dilakukan bersama-sama antar elemen gerakan mahasiswa, kesatuan dan kekuatan besar pasti akan kembali seperti dulu.
-Windri-

Wujud Kepedulian Mahasiswa Terhadap Kaum Tertindas


Published : Diamma/06/November/2003


Jika dulu pada tahun 1966 dikenal dengan angkatan 66, dan pada zaman berakhirnya disebut dengan pahlawan reformasi, lalu akan berubah menjadi apa lagi di masa yang akan datang?

Gerakan Mahasiswa adalah suatu wadah bagi mahasiswa yang menyadari bahwa hidup itu untuk bersosialisasi. Untuk itu mereka sadar bahwa hidup harus saling bantu, tidak hanya pada sesama teman, tapi juga sesama manusia, khususnya rakyat indonesia. Mahasiswa sebagai kaum intelektual, dimana posisinya berada di antara golongan para petani/buruh dengan para petinggi negara.
Mahasiswa yang berada ditengah-tengah, diharapkan mampu membantu mengurangi beban hidup dengan menyampaikan segala aspirasi dari rakyat kecil kepada para petinggi negara atas semua kebijakan yang telah dibuat. Itu semua yang menjadi alasan paling mendasar para mahasiswa yang mengikuti dan tergabung dalam gerakan mahasiswa, selain ajakan teman.
Tidak dapat dihitung berappa jumlah organisasi gerakan mahasiswa di Indonesia,namun sebenarnya seperti apakah gerakan mahasiswa yang idealis? “Gerakan mahasiswa adalah suatu kegiatan yang membahas politik dan gerakan politik, juga membentuk orang untuk memahami politik sebagai suatu seni, dimana seni tersebut adalah dalam mencapai suatu tatanan hidup yang dinamis, sejahtera, damai dan masyarakat yang madani, bukan politik untuk mencapai suatu kekuasaan untuk kepentingan pribadi ataupun golongan,” jelas Rio, Ketua Forum Indonesia Semesta (FIS) yang berbasis di Universitas Mercu Buana. Gerakan tersebut harus mempunyai tujuan yang sama, dan mempunyai insiatif ke arah indonesia yang baru dan lebih baik.
FIS, yang juga merupakan gabungan dari lima universitas, yakni Universitas Mercu Buana sebagai sentral, Universitas Al-Kamal, Universitas Satya gama, Universitas Krisna Dwipayana, Universitas Bung Karno, terbentu pada tahun 1999. terbentuk di akhir zaman orde baru, dimana masa itu banyak permasalahan negara yang ditutupi, dan mereka menginginkan adanya perubahan, yaitu keadilan yang merata serta kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
Demonstrasi identik dengan mereka, tapi sebenarnya tidak hanya dengan berdemo saja mereka menyampaikan aspirasi rakyat. Demo adalah pilihan terakhir bila keadaan sudah benar-benar memuakkan bagi mereka, saat segala cara telah mereka lakukan agar suara rakyat didengar oleh para petinggi negara.
Namun apakah kegiatan mereka hanya berdemo sja, selain kuliah yang merupakan tanggung jawab terhdap orang tua? Setiap minggunya, FIS mengadakan diskusi di segala bidang permasalahan, baik itu tukar pikiran dari para anggota yang berbeda fakultas, tapi juga seputar masalah yang sedang hangat diperbincangkan di dalam ataupun diluar negara. Kegiatan ini juga mendatangkan pembicara, baik dari dosen ataupun dari kalangan mahasiswa. Selain itu, juga terdapat tim advokasi yang membedah masalah humanisme hingga akhirnya diadakan suatu kegiatan sosial. Hal-hal seperti itulah yang membuat mereka berbeda dengan mahasiswa lain.
Jangan pernah salah menilai jika mereka berdemo tanpa mengetahui permasalahan yang terjadi, justru dengan diskusi para anggota diberi suatu pemahaman mengenai suatu masala, bukan doktrinisasi, tapi pemahaman yang lebih mendasar baik itu tentang kultur karakter bangsa, karakater pada ‘orang-orang terdahulu’. “Bila kita ingin membuat sebuah perubahan tanpa tahu sistem, orang dan kultur yang ada itu sama saja tidak punya arti apa-apa,” jelas Rio.
Sebelum mengadakan demo, dilakukan suatu pemilihan isu atau masalah apa yang akan diangkat. Pemilihan masalah melalui beberapa bagian, baik itu dengan pembagian masalah bangsa, kemudian diadakan suatu poling pada mahasiswa. Tahapan itulah yang membuat mereka tidak berdemo dengan oak kosong, tapi memang sudah ada pemahaman dari setiap permasalahan yang ada.
Ada yang beranggapan bahwa mereka berdemo karena mendapat bayaran. Hal tersebut bisa saja bagi mereka yang mempunyai kepentingan lain, dan itu mungkin bagian dari perkembangan gerakan mahasiswa yang sudah tidak ingat akan tujuan mereka sebenarnya. Dalam melakukan demo atau unjuk rasa, setiap kampus tidak berjalan sendiri-sendiri melainkan berkoodinasi dengan kampus lain. Lihat saja pada kasus Mei 1997, ratusan hingga ribuan mahasiswa dari segala kampus turun bersama ke jalan yang menginginkan perubahan pada pemerintahan Indonesia, yaitu turunnya Soeharto dari bangku kepresidenan. Apa yang terjadi? Serangan mahasiswa yang dilakukan secara serentak membuahkan hasil yang cukup melegakan, khususnya bagi rakyat Indonesia.
“sistem seperti itu dinamakan taktik perang SunTsu, taktik perang zaman dulu di Cina, dimana daerah-daerah menyerang daerah pusat secara serentak dan dari segala penjuru daerah,” ujar Bang Enja, yang tergabung di Jammoer. Tujuan yang mereka inginkan sebenarnya adalah perubahan ke arah kehidupan yang lebih baik, tapi bukan jaminan perubahan secara total.
Lalu bagaimanakah perkembangan mereka saat ini? Berkurangnya daya kekritisan mereka dalam menanggapi suatu masalah dapat terjadi. Namin itu semua kembali pada pribadi masing-masing. Yang terpenting adalah mengutamakan kepentingan rakyat demi kesejahteraan bersama.
-Windri-

Kayla

“Kayla..Kayla...sebenarnya apa lagi yang kamu takutkan?”katanya sambil menatap matanya dalam-dalam. “Kamu pasti bisa, ayo Kayla jangan ragu! Aku yakin kamu pasti bisa.”tegasnya. “Kamu sudah berjuang dengan keras selama ini, apa lagi yang kamu tunggu? Ayo Kayla...lihat dirimu sekarang...kamu begitu cantik dengan gaun hitammu, wajahmupun sudah terias dengan sempurna, lihat..lihat...betapa sempurnanya dirimu malam ini. Ayo Kayla...jangan kecewakan mereka yang telah hadir untukmu. Ayo Kayla kamu bisa...!” katanya dengan penuh semangat.
Tak lama kemudian, seorang pria menepuk bahunya dengan lembut, “Nona Kayla, sebentar lagi giliran Anda harap segera bersiap di belakang panggung ya...”
Kaylapun terbangkit dari lamunannya dan beranjak menuju belakang panggung meninggalkan meja rias yang sedari tadi menemaninya...

Aku, Dia, Sahabatku

Disuatu pagi yang cerah, di saat sangat sang surya baru saja ingin merangkak ke langit tertinggi...Disuatu teras rumah yang pekarangannya yang luas.....
Ria : “Sebenarnya apa sih yang ada diotak kamu!” (katanya dengan nada tinggi) Plakkk..(sebuah tamparan keras mendarat mulus dipipi lelaki berbadan tegap itu)
Bagus : “Kamu...kamu dengar dulu donk penjelasan aku, Ya..” (dengan nada memohon)..
Ria : “Apa lagi yang harus dijelasin..semua udah jelas kok..!”
Bagus : “Ya..aku..aku..juga ngga ngerti kenapa kejadiannya bisa kaya gini, semua terjadi diluar kendali aku..”
Ria : “Diluar kendali...!! diluar kendali apa maksud kamu? Kendali birahi?!? Gus, Aku tuh..ngeliat jelas dengan mataku sendiri.., ka...ka...kamu...kamu (dengan suara yang terbata-bata) hhhh... (menarik nafas dalam-dalam) kamu..tidur dengan sahabatku sendiri...orang yang udah kuanggap seperti kakakku..dan dengan keadaan... Ahhh...Sebenernya apa sih yang terjadi sama kamu?”
Bagus : “Ya..aku juga ngga tau, kamu dengerin aku dulu donk (sambil berusaha mencegah kepergian Ria).....Kuakui ini memang salahku..tapi aku sendiri juga ngga tau..Aku ngga tau lagi..Aku bingung..Tolong aku, Ya..kumohon...tolong aku...
Ria : “Gus, aku sayang banget sama kamu, tapi aku ngga bisa kalau kamu seperti ini. Dia sahabatku..dan kamu......Ahhh....Sudahlah Gus, mungkin memang sudah seharusnya hubungan kita sampai di sini aja.. Aku ngga tau apa yang harus kulakukan saat ini...
Bagus : “Ya..jangan tinggalin aku..Ya... aku butuh kamu...ku mohon..!”
Ria : “Gus...bukan aku yang kamu butuhin saat ini... Jelas sudah, Gus, bukan aku yang bisa bahagiain kamu...Sudah... kembali kau ke dalam...dia..dia..hhhhh....(sambil memberikan pelukan terakhirnya) kembalilah ke dalam, Rahmat sudah menunggu kamu...Dialah yang kamu butuhkan saat ini...(untuk kemudian berlari tampa pernah melihat ke belakang)

L.W.