Monday, March 14, 2011

Day 2: They were cute Animals

Bicara tentang binatang kesayangan, sebenernya saya gak punya satu jenis binatang khusus yang sangat saya gila-gilai… RANDOM lah… Saya seneng beberapa jenis binatag, tapi hmm… ada juga sih yang “uhh sori de mori dehhh, tolong jangan dekatkan saya dengan binatang itu!”

Saya pernah mempunyai hamster waktu SMP, hamster yang pintar dan penurut si tika dan si tiko… duo hamster yang bisa buka pintu kandangnya sendiri, naik tangga, tidur di sofa dengan nyenyaknya, sempet jatoh trus keseleo kakinya, dan akhirnya si tika mati mendadak sedang si tiko dimakan tikus biadab :’( . Abis punya hamster datang si marmut, Pika & Piko. Piko hanya bertahan sesaat, karena dia tiba-tiba mati mendadak saat hari ulang tahun saya --_____--“ konon katanya kalo ada binatang mati dihari ulang tahun kita, berarti umur kita bertambah setahun, tapi kan itu Cuma mitos yaa.



Nah kalo si Pika ini kesayangan saya. Mukanya mirip Ringgo Agus Rahman, lucu dan imut. Iya, dia ini marmut kesayangan saya, dari yang cuma sekecil telapak tangan sampe badannya bisa sepanjang lengan. Dia ini yang selalu menyambut saya ketika bangun pagi dan paling heboh kalo saya minum susu, dan seolah berkata “Aku…aku…mau susu…jangan diabisin susunya…aku mau..” dengan bahasanya yang berisik itu. Tapi gak Cuma itu si Pika ini juga suka buah yang teksturnya garing krenyes-krenyes kalo dimakan seperti pear, apel, anggur dan gak ketinggalan jelly!

Ya saking deketnya sama si Pika ini, makanya rada berat waktu ninggalin dia untuk ngekost, dan bener aja sebulan ditinggal ngekos, si Pika mulai sakit gak mau makan, nyokap bokap udah nelponin gw buat pulang, dan bener aja pas pulang, Pika udah kurus banget, lemes dan malemnya Rest In Peace :’(

Nah dari matinya si Pika itu sampe sekarang, blom ada lagi penggantinya si Pika. Pengen sih miara anjing.. tapi mungkin nanti kalo sudah punya rumah sendiri. Selain anjing, ada satu binatang yang dari dulu pengen banget gw kunjungi pusat rehabilitasinya, Orang Utan!

Udah menjadi cita-cita saya dari beberapa tahun-tahun lalu untuk bisa ke Tanjung Puting, Kalimantan, ke pusat penangkaran Orang Utan. Semoganya cita-cita itu bisa tercapai di suatu saat nanti yaa…

Basically, saya suka binatang berbulu, kecuali kucing. I’m okay with snake but not frog or even bug’s families. But I love to watch them all in National Geographic or in movie ^ ^

Thursday, March 10, 2011

Day 1: Seorang Windri

Saya… siapa Saya? Hmm… terkadang saya juga bertanya siapa diri Saya sebenernya. Iya emang nama Saya Windri ato lengkapnya Lidwina Laurentia Windri Wahyuni, tapi bisa kok lo panggil Saya cuma dengan Win ato Ndri ato Item, seperti keluarga Saya biasa memanggil.

Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, tampaknya hasil pengamatan saya selama ini, terjadi juga di saya deh… yang adalah seorang anak tengah pasti mempunyai kelakuan aneh, atau bisa dikatakan lebih aneh dari kakak dan adiknya. Dan ya itulah saya, aneh.

Bangga ngga bangga sih ya sebenernya. Tapi inilah saya, aneh. Dan gak tau kenapa kesini-sininya saya merasa, saya tambah aneh, sensitive, lebih senang menyendiri.

Dan keanehan saya ini juga kian menjadi karena factor zodiac saya, virgo. Dari bawaannya yang pengen semua-semuanya berjalan secara sistematis, perfectionist (oww… really?), tanpa basa basi, picky, dan yang pasti adalah… saya selalu merasa orang gak akan bisa mengenali saya dan mengerti siapa saya, apalagi mengerti dengan apa yang saya kemukakan.

Pola pikiran saya yang ajaib plus kecepatan saya dalam berbicara, berperan besar untuk mengacaukan inti utama dari pesan yang pengen saya sampein. Makanya kalo diitung-itung sahabat saya gak banyak (toh punya sahabat juga gak perlu banyak-banyak kan…???), kalo temen & kawan hmmm… ya okelah lumayan… tapi tetep aja yang bisa ngerti dan naungi saya gimana ya cuma 2 orang sahabat saya itu.

Oya, saat ini saya bekerja sebagai seorang copywriter di sebuah advertising. Apa itu copywriter? Hmmm… ya gitulah kerjaannya, bikin karya-karya yang kalo kata salah satu grup head di sini, hasil kerjaan kita itu yaa… yang kalo kalian lagi asik nonton tv trus mo muncul malah kalian ganti channelnya, ya itu bikin iklan.

Terlepas dari kerjaan saya saat ini, sebagai seorang pemimpi, saya ini juga banyak maunya mulai dari pengen olahraga ini itu, olah raga air, udara, membumi, semuanya… mau belajar ini itu, pengen alih profesi ke bidang kuliner lahh, pindah tempat tinggal ke desa atau luar kota, liburan sama orang utan di tengah utan dan masih banyak lagi mimpi dan cita-cita saya.

Tapi entah kenapa dari sekian banyak mimpi itu, menikah bisa dalam urutan kesekian buat saya… mungkin saat ini yang di otak saya hanya satu “Persetanlah dengan cinta!” karena menurut saya gak mungkin ada orang yang bisa mencintai dengan tulus dan menerima orang itu apa adanya… kecuali Tuhan dan kedua orang tua kita (mungkin). Sorry kalo terdengar sinis… tapi begitulah yang ada di otak saya saat ini dan beginilah saya.

Urusan fashion… tiap hari kerja sahabat saya ya cuma jeans dan t-shirt plus jaket, kalo wiken dan selebihnya, short pan it’s the best buat saya… dan gak ketinggalan Alfie, si vespa kecil saya yang kadang bikin bangga, nyusahin… tapi sama dialah saya bisa menikmati kebebasan (luv u Alfie…). Biar dibilang tomboy dan cuek, entah kenapa kadang sisi Virgo itu juga memungkinkan saya beli baju yang ‘cewe’ banget… sampe beberapa temen kantor saya yang cewe bilang… “windri itu sebenernya cewe banget lagiii…” hwekkkk… Saya gak berkelamin ganda kok… sumpah dehh…!

Ya bagitulah saya.. beginilah saya… kalau mau tau lain-lainnya… kenalan tatap muka gimana? Jangan pernah tiba-tiba sms saya, trus ngajakin kenalan deh… gak mempan… hehehe (sinis lagi deh jadinya).

Well c u on Windri’s world. Chiaaooo ^ ^

Monday, March 7, 2011

It's a Challenge





Menemukan tantangan ini disalah satu blog teman, sebenarnya sih tantangan ini lebih tepat untuk para art director, visualiser atau siapapun yang suka gambar. Tapi untuk saya pribadi hmm... di ubah sedikit tantangannya untuk menulis.

30 Hari... sebenarnya waktu yang tak begitu lama ya, namun pasti tidak akan semulus itu, semoganya bisa berjalan dengan baik dan bisa terpenuhi tantangannya ya...

SEMANGAT!

Thursday, October 7, 2010

Jatuh Cinta

Aku jatuh cinta denganmu, saat dirimu masih bersamanya dan aku dengan dirinya.

Aku jatuh cinta denganmu, ketika masih ada dirinya di sisi hati, kemudian kau hadir tanpa tanda kapan kau akan menghilang lagi.

Aku jatuh cinta denganmu, saat akhirnya kau selalu benar-benar menjadi nyata walaupun ku tahu bahwa kita tidak akan pernah menjadi nyata seperti keinginanmu.

Aku jatuh cinta denganmu, ketika kau katakan sebuah kalimat manis tentang pemikiranmu yang sebenarnya bukanlah yang kuinginkan.

Aku jatuh cinta denganmu, yang tak pernah ada ketika ku ingin kau ada tapi kau selalu memaksaku hadir untukmu disaat dirimu menginginkanku ada.

Aku jatuh cinta denganmu, dengan kearogananmu, keegoisanmu, dan duniamu yang sebenarnya akupun tahu tak sedikitpun kau sisakan tempat untukku.

Aku jatuh cinta denganmu, ketika terdapat ruang waktu untuk aku dan kau berbicara dalam dunia maya, walaupun itu hanyalah seputar hal kecil favoritmu.

Aku jatuh cinta denganmu, waktu akhirnya kau dan aku bisa duduk bersama di rumah-Nya. Walau untuk pertama dan mungkin untuk terakhir kalinya, karena aku selalu terlalu takut berharap akan dirimu.

Aku jatuh cinta denganmu, dengan semua yang ada dirimu, wajah brengsekmu, rambut ikalmu, tatapan nakalmu, hingga permainan jarimu yang menggelitik.

Aku jatuh cinta denganmu, dari pertama kali ku melihatmu hingga detik ini walau ku tahu kau takkan pernah tahu dimana akan menempatkan aku dalam hidup.

Aku jatuh cinta denganmu yang tak pernah mencintaiku namun telah berhasil menjatuhkanku.

Tuesday, December 29, 2009

Mati Rasa

Hitam. Putih. Abu-abu.
Entah dimana diri ini berada saat ini.
Dalam sebuah pilihan antara.
Hitam. Putih. Abu-abu.

Tersesatkah aku?
Tampaknya demikian.
Tubuh ini telah kehilangan jiwa.
Mata ini kehilangan pandangan.
Begitupun dengan hati ini, tak bisa lagi merasa.

Apakah aku ada?
Apakah aku nyata?
Apakah aku maya?
Siapa aku?

Tahukah kau siapa diri ini?
Dalam cermin tak terlihat bayang diri ku
Hanya kosong dan diri tak berjiwa

Sudah matikah aku?
tampaknya demikian

tubuh ini mati
Jiwa ini hilang
aku mati
mati rasa

aku kalah
aku menyerah
aku mati rasa

L.W

Wednesday, October 7, 2009

Gadis & Pria (1) Abu-Abu

Suatu hari di pertengahan bulan Agustus

Tak ada detik yang memperdengarkan detaknya. Semua terasa dingin dan kaku, ruang itu begitu lembab, semua terlihat samar-samar melalui berkas-berkas cahaya yang terpantul sayu dari riak-riak air yang menggenang… Gaungpun bisa selalu dengan setia menemani percakapan antara dua individu disana…

Ruang itu begitu kelabu, oleh karenanya disebut sebagai ruang abu-abu.

Gadis :“Katakan… katakan…dimana aku…?!?”

Pria : “Kau disini… bersama aku, Gadis…” (sambil menggenggam lengan gadis)

Gadis : (berusaha melepaskan diri dari cengkraman Pria) “Tidak… bukan itu… katakan dimana aku saat ini…?!? Katakan Pria… katakan dimana aku sekarang…?!?”

Pria : “harus berapa kali kukatakan padamu, Gadis. Kau disini bersamaku…”

Gadis : “Tidak Pria, kau tidak tahu dimana aku berada saat ini. Kau tidak tahu…”

Pria : “Sungguh Gadis… aku tak tahu dimana lagi harus menempatkan dirimu… disinilah tempat yang paling aman.”

Gadis : “AMAN…!!! Apa maksudmu dengan ‘aman’ Pria… ??? Tolong jelaskan padaku tentang rasa ‘aman’mu itu...”

Pria : “Ah sudahlah Gadis… tak usah kau ungkit lagi… aku lelah…”

Gadis : “LELAH???.,... Ooohh jadi setelah selama ini… kau merasa dirimu lelah...??? Kau salah Pria… aku yang seharusnya lelah dengan semua ini…!!!”

Pria : “Gadis… Gadis… dengarkan aku untuk sekali ini saja… tetaplah disini… sungguh… sungguh aku tak tahu dimana lagi harus menempatkan dirimu… semuanya abu-abu… semuanya samar Gadis… tolonglah kamu mengerti sedikit tentang semua ini…”

Gadis : “Ohh… Pria… sungguh egois sekali kamu sebagai seorang makhluk yang berkelamin pria. Picik sekali… kini kau minta aku tinggal dalam ruang abu-abu-mu… dan menunggu semua...??? menunggu…apa yang harus kutunggu lagi, menunggu… hingga kau memutuskan apakah itu hitam atau putih…”

Pria : “Maafkan aku Gadis… tapi hanya itu yang bisa kulakukan saat ini… tunggulah disini… tinggallah disini…”

Gadis : “tidak Pria… Tidak lagi… tidak untuk saat ini… putuskan sekarang dimana aku harus berada…”

Pria : “Bagaimana caranya Gadis… bagaimana caranya aku memutuskan… hati dan logika saja sudah saling berjalan berjauhan… lalu bagaimana bisa aku membuat keputusan?!?"

Gadis : “Aku juga tidak tahu bagaimana caranya Pria… hatimu, logikamu, pemikiranmu, adalah milikmu… hanya kau yang tau siapa dirimu… Sudahlah Pria…. Aku benar-benar lelah… ijinkan aku pergi dari ruang abu-abu ini…"

Pria : “Gadis dengarkan… dengarkan aku dulu Gadis… Lihat… Kau ada di sini, di ruang hati ini… tapi maaf, saat ini aku hanya bisa menempatkan kau di ruang abu-abu ini…”

Pria : “Gadis… tak bisakah kau lihat aku saat ini… lihatlah aku disini Gadis…,
Sungguh aku telah hilang dalam langit malam ini… semua terlihat abu-abu dalam pandangan ini… aku tak tahu dimana harus kupijakan kaki ini… dimana harus kutempatkan hati ini… yang kutahu hanya masa lalu itu… masa lalu itu masih ada di sini… dan aku tidak dapat memisahkan kau dari masa lalu itu dengan masa lalu lainnya… aku ingin kau menungguku disini… Gadisku… aku tahu kau lelah, begitu juga denganku… maafkan aku Gadis… aku sungguh tak tahu apakah aku mampu membawamu jadi bagian dari mimpiku akan masa depan… tunggulah aku disini Gadis….”

Gadis : “Hhhhh… sungguh… sungguh sangat egois sekali kamu, Pria… lagi-lagi kau minta aku menuggu untuk suatu kepastian yang kau sendiri tidak dapat pastikan…. lihat dirimu, Pria… LIHAT…!!! Dan tanyakan kedalam ruang hatimu yang terdalam… adakah aku yang selalu kau lihat pertama kali…"

Gadis : “Pasti bukan aku, bukan… kau sudah mengetahui hal itu, tapi mengapa kau masih mau menahanku disini…Pria… aku lelah menunggumu… aku lelah dengan ruang abu-abu ini… aku bosan berada diantara masa lalu dan masa depanmu…"

Pria : “Maaf Gadis… maafkan aku… maafkan aku… kumohon tunggulah aku… tinggallah bersama aku saat ini… bantu aku Gadis… kumohon padamu Gadis…"

Gadis : “Tidak Pria… tidak saat ini… maaf… maaf… tapi tidak kali ini… aku harus meninggalkanmu… maaf Pria, aku pergi…”



L.W.

Tuesday, October 6, 2009

UNDP for Women Voters 2009

Menjelang Pemilu 2009 lalu, UNDP membuat kampanye yang ditujukan untuk para voter wanita, khususnya remaja putri dan ibu-ibu rumah tangga.
Dan akhirnya setelah melalui proses "badai otak" bersama teman-teman satu tim, dan beberapa alternativ ide yang diajukan... Puji Tuhan, akhirnya tim kami keluar sebagai pemenang yang dipercayakan untuk mengerjakan materi kampanye tersebut, yakni dengan membuat iklan cetak dan radio sebagai media komunika
sinya.

Berikut hasil kerja kami.

Print Ad:

Title: Anak Bangsa

title : Pilihanmu

sedang untuk iklan radionya, kami membuat empat versi, 2 versi untuk remaja putri, sedang 2 versi lagi untuk ibu-ibu rumah tangga. (untuk menyimak dan mendengarkan)


Brains team:
HD : Renville Rizanul
CD : Gembong Pamungkas
AD : Dhanito
CW : Lidwina Windri