Tuesday, June 23, 2009

Rindu

Orang bilang kau hayalan
Orang-orang bilang kau takkan jadi nyata


Mereka boleh bilang aku pengecut

Mereka bisa bilang aku pecundang

Mereka selalu bilang aku pemimpi


Tapi hari ini ingin ku-kan bilang pada mereka semua

Dan padamu juga…


“Aku rindu dirimu…

Jiwa ini terus memanggil namamu”


Meski terlambat sudah kukatakan ini padamu

Karena kini kutahu kau bukan untukku


Wednesday, May 27, 2009

Perfect Symmetry

We’ve got to know what we do right now
Sitting right here with our view sight

So quietly without a word to say


And I saw you deeply into your sight

See her smile to him

Act like she’s the perfect one to him

Him… that holding my hand now

She… the one that you want

Who always sent you her smile


So here we us in perfect symmetry

At the cross we find some chemistry

Try hard to covered all in mystery

And put us on this misery


I saw u see her perfectly

Without knowing I’m your side

Looking back at you


I saw you from here

Try to remember how you laugh

And every inside of you


U’r the one I look today and yesterday

The man who love to see her in front of me

Without knowing my eyes on you


Yeah.. here we are in perfect symmetry
At the cross we find some chemistry

Try hard to covered all in mystery

And put us on this misery


inspired from my friend story...

Tuesday, May 26, 2009

A laugh to love

That was not a good day to me
But U came and sat beside me


It was not a good time for me

But U were there accompanied me


Remembering that time, today

The day u brighten my day


It felt so warm

I feel so save


I see your laugh

And you make me laugh

The laugh that I ever had

The laugh that turn me back

Back in love


Yes… I still remember that day

I still remember your laugh


A laugh that make me being the happiest person

A laugh that coloring my day (by day)

A laugh that made me in love with you

A laugh that I ever seen again

Panggung Peri

Menatap tajam pada bayangan dalam cermin
Pantulan sempurna terlihat jelas di dalamnya

Ditemani dengan cahaya lampu temaram

Ia duduk terdiam


Gerak halusnya menjadikan sebuah lukisan

Lukisan indah pada wajah eloknya

Dia usapkan satu persatu warna warni riasan

Warna warni indah, menyenangkan dan menggoda


Kostum berwarna kuning keemasan ia pilih untuk malam ini

Bersama sayap kecil dibelakangnya dan tongkat kecil pasangannya

Rambut hitam telah tergelung setengah

Dan setengahnya ia biarkan berjuntai sempurna

Ditemani hiasan bintang-bintang yang bersembunyi dibeberapa bagian helai rambutnya.

Ia siap beranjak lepaskan dirinya untuk terbang


Dan kini, untuk kesekian kalinya, ia kembali menatap tajam bayangan di cermin itu

Bayangan cantik dan senyum semu terlihat disana

Kembali ia bertanya,”Siapakah aku?”

Matanya terpejam untuk kemudian terbuka dan meninggalkan sedikit cahaya di sana


Ketukan pintu kencang membangunkan ia sesaat

Telah tiba waktunya untuk menjadi sesosok peri

Peri penghibur lara bagi para penikmat wajah cantik

Juga senyum manis dan tubuh moleknya


Di atas panggung ia beraksi,

Menari sempurna dalam balutan kostum peri

Sambil sesekali ia gerakan tongkatnya pada lawannya dengan centil

dan tertawalah mereka dalam kegembiraan.


Dia biarkan mereka tertawa

Dia biarkan mereka terharu

Dia biarkan mereka berdiri, bertepuk tangan

Lalu melemparkan bunga ke atas panggung untuknya


Dalam perih ia terbang

Merintih sakit dan tak ada yang perduli

Sang peri kini dalam perih

Berjalan tertatih untuk mencari sebuah arti


Arti dari kehidupan yang ia jalani

Arti dari seorang diri

Arti dari mencintai

Dan dicintai


Tirai panggung telah turun

Cahaya lampu juga telah dimatikan

Tinggal ia sendiri dalam kesunyian

Melangkah dalam ruang jiwa yang kosong





Tuesday, March 10, 2009

Yes… Tonight, I smile for U

Tonight was so different
I can feel the wind kiss me gentle

See the moon smiling to the star
And let the rain whispered softly in my ear

It’s been a long time that we don’t talk each other
Just like a couple of years that I haven’t see u

Well I just want to U know…

U were so look different tonight


Not from your look tonight

Not from the clothes that u ware

Not from the gadget that u use it

Not from the way you sing and guitar that u played


Yes… I saw u were change

Yes… I feel u already back

Yes… I saw u were happy tonight

Yes… I know that u much much much better


Just try to saw u from the different side

And Thanks GOD u already release from that tight

Now I see U free from that pain

And become cheerful guy... tonight


Thanks to U for all scenes

Thanks for all smile that u shown

Yes…

Your smile… and your laugh… tonight…

The way u enjoy that night… tonight…

Yes… U makes me smile

Yes… Tonight, I smile for U


Monday, February 16, 2009

Ketika Ia Berucap

Tak pernah ku harap lebih ketika ku memberimu hadiah
Yang ku ingin hanya melihat senyummu saat itu

Tangan mungilmu yang menerima dengan halus
Bibir kecilmu yang kemudian tersenyum
Juga binar matamu saat itu…

Sungguhlah menghadirkan warna ceria untukku


Bahagia rasanya melihatmu tersenyum

Namun tahukah kamu…
Kaulah yang ternyata memberiku hadiah
Ketika bibir kecilmu mengucapkan sebuah kalimat
Itu adalah kalimat terindah yang pernah kudengar
Sederhana, jujur, dan terdengar sangat tulus


Tahukah kamu...
Doa yang kaulafalkan untukku

Sebuah doa terindah yang pernah kudengar dari seorang malaikat kecil

Masih kuingat hingga saat ini kata-kata yang kau ucapkan pagi itu

Terima kasih malaikat kecilku
...
Doamu benar-benar menghadirkan senyuman di wajahku
Terima kasih malaikat kecilku
...
Kau membuat perjalanan hidupku terasa ringan.


Dedicate to: Louisa, gadis kecil yang suka bermain di ruang kerjaku, "terima kasih untuk doanya ya..." :D

Perjalanan Pagi

Februari 14’2009
Hari ini… adalah suatu hari yang membawaku dalam sepenggal cerita baru dalam hidupku. Mungkin bagi beberapa orang cerita yang hendak kusampaikan ini adalah cerita biasa, tapi untukku… ini adalah suatu pengalaman yang membawaku dalam sebuah bentuk perasaan yang bercampur aduk, antara bingung, senang, gugup, ragu namun akhirnya membawaku dalam suatu senyuman. Pagi itu sengaja kupasang jamku untuk berbunyi membangunkanku, ada rasa ragu sebelum akhirnya kuputuskan untuk beranjak dari tempat tidurku dan bergegas menyiapkan diri pada suatu pertemuan dengan sekumpulan orang asing.

Jam 8 lewat, ku lajukan si vespa kecilku, Alfie menuju daerah Patiunus. Pagi yang cerah, udara yang menyegarkan menemani perjalananku pagi itu. Dari jauh telah terlihat deretan motor yang ber-(maaf) pantat semok itu, mulai dari yang tua hingga yang terbaru, semua berjejer rapi.


Dari seberang telah kulihat segerombolan pria dengan rompi tebal yang melindungi badan mereka. Beberapa ada yang telah kukenal sebelumnya, dan lainnya baru ku ketahui saat itu. Aku wanita sendiri di tengah gerombolan itu. Inilah wajah-wajah baru dalam hidupku, bila kuperhatikan sekilas mungkin umur mereka mungkin sekitar 25 hingga 40-an, beberapa kenalanku ada yang sudah menikah dan punya anak, dan lain-lainnya uhmmm… aku kurang mengetahuinya. Pagi itu kami, sekumpulan orang-orang yang menjadi pemilik dari satu atau beberapa vespa, berkumpul di Patiunus untuk sarapan bersama. Mulai dari serabi, lontong sayur, bakso, tapi pilihanku tetap pada semangkok bubur ayam yang lezat dengan ayam kampungnya yang tumpah ruah... Muanntapp..


Inilah sarapan keduaku bersama mereka, tapi ini adalah pertama kalinya aku berjalan-jalan dengan Alfie dan kawan-kawan hingga Monas. Ya aku dan Alfie bersama teman-teman baruku itu, berjalan menelusuri sepanjang jalan Sudirman, Thamrin, dan kemudian memutar balik di depan Museum Nasional hingga akhirnya kembali ke daerah selatan, Taman Barito jadi pemberhentian kami sejenak.


Jujur, ada perasaan takut, deg-degan, senang, dan entahlah suatu perasaan yang tidak dapat kuungkapkan. Inilah pertama kalinya aku touring, ya walau kecil-kecilan dan selalu tertinggal, tapi perasaan ini wahh… senangnya… menikmati perjalanan bersama Alfie.


Tidak puas sampai Taman Barito, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Parkir Timur Senayan. Matahari tampaknya merestui perjalanan kami pagi itu, dia banjiri hari ini dengan sinarnya hingga kering dibuatnya tenggorokan ini. Sesampainya di halaman belakang komplek kolam renang Senayan, kamipun istirahat sejenak, berbincang-bincang, mungkin ada sekitar satu jam kami disana sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah.
Sungguh perjalanan pagi yang singkat namun penuh warna. Entah harus mengucapkan apa tentang hari ini… “Terima kasih kawan-kawan dari vesbook, vesberry, atau campursari… terima kasih untuk perjalanan singkat di pagi hari ini, semoga kita bisa berjalan bersama-sama lagi… :D “