skip to main |
skip to sidebar
We’ve got to know what we do right now
Sitting right here with our view sight
So quietly without a word to say
And I saw you deeply into your sight
See her smile to him
Act like she’s the perfect one to him
Him… that holding my hand now
She… the one that you want
Who always sent you her smile
So here we us in perfect symmetry
At the cross we find some chemistry
Try hard to covered all in mystery
And put us on this misery
I saw u see her perfectly
Without knowing I’m your side
Looking back at you
I saw you from here
Try to remember how you laugh
And every inside of you
U’r the one I look today and yesterday
The man who love to see her in front of me
Without knowing my eyes on you
Yeah.. here we are in perfect symmetry
At the cross we find some chemistry
Try hard to covered all in mystery
And put us on this miseryinspired from my friend story...
That was not a good day to me
But U came and sat beside me
It was not a good time for me
But U were there accompanied me
Remembering that time, today
The day u brighten my day
It felt so warm
I feel so save
I see your laugh
And you make me laugh
The laugh that I ever had
The laugh that turn me back
Back in love
Yes… I still remember that day
I still remember your laugh
A laugh that make me being the happiest person
A laugh that coloring my day (by day)
A laugh that made me in love with you
A laugh that I ever seen again
Menatap tajam pada bayangan dalam cermin
Pantulan sempurna terlihat jelas di dalamnya
Ditemani dengan cahaya lampu temaram
Ia duduk terdiam
Gerak halusnya menjadikan sebuah lukisan
Lukisan indah pada wajah eloknya
Dia usapkan satu persatu warna warni riasan
Warna warni indah, menyenangkan dan menggoda
Kostum berwarna kuning keemasan ia pilih untuk malam ini
Bersama sayap kecil dibelakangnya dan tongkat kecil pasangannya
Rambut hitam telah tergelung setengah
Dan setengahnya ia biarkan berjuntai sempurna
Ditemani hiasan bintang-bintang yang bersembunyi dibeberapa bagian helai rambutnya.
Ia siap beranjak lepaskan dirinya untuk terbang
Dan kini, untuk kesekian kalinya, ia kembali menatap tajam bayangan di cermin itu
Bayangan cantik dan senyum semu terlihat disana
Kembali ia bertanya,”Siapakah aku?”
Matanya terpejam untuk kemudian terbuka dan meninggalkan sedikit cahaya di sana
Ketukan pintu kencang membangunkan ia sesaat
Telah tiba waktunya untuk menjadi sesosok peri
Peri penghibur lara bagi para penikmat wajah cantik
Juga senyum manis dan tubuh moleknya
Di atas panggung ia beraksi,
Menari sempurna dalam balutan kostum peri
Sambil sesekali ia gerakan tongkatnya pada lawannya dengan centil
dan tertawalah mereka dalam kegembiraan.
Dia biarkan mereka tertawa
Dia biarkan mereka terharu
Dia biarkan mereka berdiri, bertepuk tangan
Lalu melemparkan bunga ke atas panggung untuknya
Dalam perih ia terbang
Merintih sakit dan tak ada yang perduli
Sang peri kini dalam perih
Berjalan tertatih untuk mencari sebuah arti
Arti dari kehidupan yang ia jalani
Arti dari seorang diri
Arti dari mencintai
Dan dicintai
Tirai panggung telah turun
Cahaya lampu juga telah dimatikan
Tinggal ia sendiri dalam kesunyian
Melangkah dalam ruang jiwa yang kosong
Tonight was so different
I can feel the wind kiss me gentle
See the moon smiling to the star
And let the rain whispered softly in my ear
It’s been a long time that we don’t talk each other
Just like a couple of years that I haven’t see u
Well I just want to U know…
U were so look different tonight
Not from your look tonight
Not from the clothes that u ware
Not from the gadget that u use it
Not from the way you sing and guitar that u played
Yes… I saw u were change
Yes… I feel u already back
Yes… I saw u were happy tonight
Yes… I know that u much much much better
Just try to saw u from the different side
And Thanks GOD u already release from that tight
Now I see U free from that pain
And become cheerful guy... tonight
Thanks to U for all scenes
Thanks for all smile that u shown
Yes…
Your smile… and your laugh… tonight…
The way u enjoy that night… tonight…
Yes… U makes me smile
Yes… Tonight, I smile for U
Tak pernah ku harap lebih ketika ku memberimu hadiah
Yang ku ingin hanya melihat senyummu saat itu
Tangan mungilmu yang menerima dengan halus
Bibir kecilmu yang kemudian tersenyum
Juga binar matamu saat itu…
Sungguhlah menghadirkan warna ceria untukku
Bahagia rasanya melihatmu tersenyum
Namun tahukah kamu…
Kaulah yang ternyata memberiku hadiah
Ketika bibir kecilmu mengucapkan sebuah kalimat
Itu adalah kalimat terindah yang pernah kudengar
Sederhana, jujur, dan terdengar sangat tulus
Tahukah kamu...
Doa yang kaulafalkan untukku
Sebuah doa terindah yang pernah kudengar dari seorang malaikat kecil
Masih kuingat hingga saat ini kata-kata yang kau ucapkan pagi itu
Terima kasih malaikat kecilku...
Doamu benar-benar menghadirkan senyuman di wajahku
Terima kasih malaikat kecilku...
Kau membuat perjalanan hidupku terasa ringan.
Dedicate to: Louisa, gadis kecil yang suka bermain di ruang kerjaku, "terima kasih untuk doanya ya..." :D
Februari 14’2009
Hari ini… adalah suatu hari yang membawaku dalam sepenggal cerita baru dalam hidupku. Mungkin bagi beberapa orang cerita yang hendak kusampaikan ini adalah cerita biasa, tapi untukku… ini adalah suatu pengalaman yang membawaku dalam sebuah bentuk perasaan yang bercampur aduk, antara bingung, senang, gugup, ragu namun akhirnya membawaku dalam suatu senyuman. Pagi itu sengaja kupasang jamku untuk berbunyi membangunkanku, ada rasa ragu sebelum akhirnya kuputuskan untuk beranjak dari tempat tidurku dan bergegas menyiapkan diri pada suatu pertemuan dengan sekumpulan orang asing.
Jam 8 lewat, ku lajukan si vespa kecilku, Alfie menuju daerah Patiunus. Pagi yang cerah, udara yang menyegarkan menemani perjalananku pagi itu. Dari jauh telah terlihat deretan motor yang ber-(maaf) pantat semok itu, mulai dari yang tua hingga yang terbaru, semua berjejer rapi.


Dari seberang telah kulihat segerombolan pria dengan rompi tebal yang melindungi badan mereka. Beberapa ada yang telah kukenal sebelumnya, dan lainnya baru ku ketahui saat itu. Aku wanita sendiri di tengah gerombolan itu. Inilah wajah-wajah baru dalam hidupku, bila kuperhatikan sekilas mungkin umur mereka mungkin sekitar 25 hingga 40-an, beberapa kenalanku ada yang sudah menikah dan punya anak, dan lain-lainnya uhmmm… aku kurang mengetahuinya. Pagi itu kami, sekumpulan orang-orang yang menjadi pemilik dari satu atau beberapa vespa, berkumpul di Patiunus untuk sarapan bersama. Mulai dari serabi, lontong sayur, bakso, tapi pilihanku tetap pada semangkok bubur ayam yang lezat dengan ayam kampungnya yang tumpah ruah... Muanntapp..

Inilah sarapan keduaku bersama mereka, tapi ini adalah pertama kalinya aku berjalan-jalan dengan Alfie dan kawan-kawan hingga Monas. Ya aku dan Alfie bersama teman-teman baruku itu, berjalan menelusuri sepanjang jalan Sudirman, Thamrin, dan kemudian memutar balik di depan Museum Nasional hingga akhirnya kembali ke daerah selatan, Taman Barito jadi pemberhentian kami sejenak.

Jujur, ada perasaan takut, deg-degan, senang, dan entahlah suatu perasaan yang tidak dapat kuungkapkan. Inilah pertama kalinya aku touring, ya walau kecil-kecilan dan selalu tertinggal, tapi perasaan ini wahh… senangnya… menikmati perjalanan bersama Alfie.

Tidak puas sampai Taman Barito, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Parkir Timur Senayan. Matahari tampaknya merestui perjalanan kami pagi itu, dia banjiri hari ini dengan sinarnya hingga kering dibuatnya tenggorokan ini. Sesampainya di halaman belakang komplek kolam renang Senayan, kamipun istirahat sejenak, berbincang-bincang, mungkin ada sekitar satu jam kami disana sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah.
Sungguh perjalanan pagi yang singkat namun penuh warna. Entah harus mengucapkan apa tentang hari ini… “Terima kasih kawan-kawan dari vesbook, vesberry, atau campursari… terima kasih untuk perjalanan singkat di pagi hari ini, semoga kita bisa berjalan bersama-sama lagi… :D “
Menulis… terkadang aku berpikir apakah seorang aku memang diharuskan sering menulis karena pekerjaan yang kulakukan berhubungan dengan dunia tulis menulis, kata-kata, dan inspirasi.
Dan apakah semua hal aku rasakan, aku pikirkan harus selalu dituangkan dalam tulisan? Semua hal bermain dalam otak kecil, berlari dan berlompatan secara mengacak, dan haruskah semua kutuliskan seperti apa yang ada di alam pemikiran itu?
Menulis… iya aku menulis… tapi apakah harus juga selalu kuperlihatkan bahwa aku sedang menulis sesuatu di depan mereka? Seolah menunjukkan diri bahwa ‘Yaa… aku senang menulis lho…’
Menulis… bukanlah suatu ajang unjuk diri, bagiku… ya memang ini bagian terbesar dalam hidupku… namun saja terkadang ingin rasanya mengatakan, aku ya aku… aku yang hanya senang menulis ketika kalian tidak ada di sekitarku…
Aku menulis… dan senang rasanya membiarkan jari-jari ini menari di atas tombol-tombol hurf yang berjajar pada suatu papan dengan tatanannya… membiarkan jari-jari ini merangkai setiap hurufnya menjadi sebuah kata… menjadi sebuah kalimat… menjadi sebuah cerita…
Aku menulis… ketika jari, hati dan pikiran ini bersama-sama bermain dalam satu panggung pemikiran dan inspirasi…
Aku menulis.. . tanpa harus kalian ketahui bahwa aku sedang menulis…
Aku menulis… dan masih terus menulis…
Aku menulis… entah apa yang aku tulis…
Aku menulis… dan biarkan hanya aku dan waktu yang tahu kapan aku menulis, dan tunggu saja hasilnya di suatu duniaku…
Aku menulis… dan masih perlukah kau ketahui itu?