Tuesday, January 29, 2008

Tronik Kronik

Satu lagi layanan isi pulsa elektrik dari si Klien yang fleksibel, aman dan cepat. Dengan mengambil dua konsep utama, monopoli & coffee machine, saya dan tim berusaha menampilkan keunggulan dari si produk.




.





Creative Director : I Made Pudja
Art Director : Leonardo Wangsa & Dhani Devito
Copywriter : Lidwina Windri
Design Grafis : Dwi Prasetya

Monday, January 28, 2008

End-to-end Solution

lagi-lagi flyer buat produk si Klien... kali ini produk yang menjadi solusi untuk akses internet.



Art Director : Leonardo Wangsa
Copywriter : Lidwina Windri
design Logo by Leonardo Wangsa

Mudik 2007

Seperti tahun-tahun sebelumnya, si Klien selalu membuat program promosi tersendiri saat musim mudik tiba. Untuk mudik 2007 kemarin, dan dengan konsep animasinya, si klien siap 'bertempur' dengan provider lainnya untuk menyemarakkan musim mudik.
Beberapa materi promosi pun telah disiapkan, dan beberapa diantaranya (yang telah dibuat oleh saya dan tim) adalah sebagai berikut...






Art Director : Leonardo Wangsa
Copywriter : Lidwina Windri
Design Grafis : Wenz

JW Lounge

Rencananya si Klien ingin mem-branding salah satu lounge di Bandara Soekarno Hatta namun entah karena lain hal tampaknya proyek tak ada kabarnya lagi hingga saat ini.
Konsep yang ditawarkan adalah paduan antara suasana lounge, menu-menu yang biasanya di tawarkan di sebuah lounge yang kemudian disatu padukan dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Indosat seperti, sinyal kuat, harga hemat berlima, akses e-mail, sms murah, dll...
Dan jadilah ini yang dihasilkan....









Creative Director : I Made Pudja
Art Director : Leonardo Wangsa
Copywriter : Lidwina Windri

Monday, October 22, 2007

Cahaya

gadis kecil dalam ruang yang kelam...
semua terdengar sunyi...semua senyap...

tak ada bayang...semua gelap dan gulita...

tak ada hangat...hanya dingin menyelimuti...


dinyalakannya sebatang lilin tuk temani dirinya...

wajahnya tersenyum memandang cahaya kecil itu

kembali ia nyalakan sebatang...

binar dimatanya perlahan terlihat...


kini satu persatu lilin-lilin itu mulai menunjukkan cahayanya...

begitu gemerlap begitu hangat...

gadis kecil menari ditengah ribuan cahaya...

wajahnya kemerahan semburat kebahagiaan...


menari... dan terus menari ditengah cahaya....

menari... ditemani berkas-berkas cahaya...

hingga terlelap ditengah kebahagiaan...
tubuh kecilnya kini tertidur pulas...
dengan senyum kecil di wajahnya...
ia bahagia... ia hangat...
ia terlelap dan tenggelam dalam maraknya cahaya...
jiwanya terbang seiring padamnya sinar itu...
kini ia bukan lagi satu...
kini hanya ada dia dan jiwa bahagianya...
kini tinggal bangunan tua itu dengan semua arang...
dan bayangan akan dirinya...




Berlari...

kaki kecil melangkah dan terus melangkah
melangkah...
tanpa tahu apa yang dituju...

melangkah... melangkah dan terus melangkah...

dipercepat langkahnya hingga berlari...

berlari dan terus berlari...

dadanya sesak... mengiring nafas yang terputus-putus...

"sudah tak ada tenaga lagi...lelah...sangat lelah"

tak dapat dia hentikan saat ini...

terus berlari...berlari sejauh mungkin..

berlari menjauhkan bayangnya dari bayang 'dirinya'...
ia berlari dan terus berlari...
kini tak ada ceh lagi rongga-rongga itu
semua mengikatnya menjeratnya...
memaksanya untuk menghentikan semua...
"belum saatnya..."
ia berlari... tuk jauh dari bayang dari bayangnya...
berlari...dan terus berlari...hingga akhirnya terjatuh...
pelarianpun berakhir dengan bayang dirinya yang masih tergenggam erat...
semua sia-sia... karena tangan dan hatinya masih inginkan bayang itu...


Thursday, August 30, 2007

Setelah Semuanya

Yang telah lama menghilang… tiba-tiba datang memanggil...
Yang telah lama terlupakan… kini kembali mendatangkan pengharapan...
Disaat mimpi itu hadir... kembali lagi harus kulupakan...
Seperti tunas yang tidak dijinkan untuk tumbuh besar...
Lelah sudah untuk bermimpi...
Jenuh sudah tuk terus berharap...
Semua hanya semu... tak kunjung jadi nyata...
Meramu indah dalam bayangan... tapi begitu pahit dirasa...
Tak ada jalan tuk menghindar... namun naluri terus mengejar...
Berada selalu dalam persimpangan... hanya satu yang diyakini...
Suatu keyakinan yang akhirnya tidak berhasil didapatkan...
Terlihat bodoh dalam perjalanan... tak mampu lagi kaki ini dihentikan...
Lelah.. aku lelah... hentikan semua ini...!!!
Biarkan sejenak ku pandang semua..
Dan biarkan ku memilih yang ada..